Related Parts *
 

Pendahuluan

Alterasi Epitermal

Alterasi Fluida Khlorida Netral

 
     

Alterasi Fluida Asam Sulfat

Model Mineralisasi Epitermal

Implikasi Dalam Eksplorasi Mineral

 
     

Penerapan Model Eksplorasi

Program Eksplorasi

Pustaka

 

Mail Me
 

Program Eksplorasi

 
 
Content *
 

Menetapkan Model Eksplorasi

Tahap-tahap Eksplorasi

   
 
Main Page Home Survey Feedback E-mail Me
 
Next | Bottom      
 

Menetapkan Model Eksplorasi

  Setelah menetapkan model-model yang umum dan dapat dipertanggung-jawabkan untuk sistem-sistem epitermal yang didasarkan pada analoginya dengan sistem-sistem aktif (yaitu hasil observasi dan hasil geokimia pada sistem geothermal), maka metode-metode pengisolasian tubuh-tubuh bijih yang potensial dapat dijelaskan.  
Previous | Next | Top      
 

Tahap-tahap Eksplorasi 

  Pilihan-pilihan untuk eksplorasi ke bawah pada sekala regional (Recconaisance, luasnya beberapa ribuan km2), umumnya ditentukan berdasarkan kriteria yang berguna, yaitu provinsi metalogenik dan kerangka tektonik suatu wilayah yang diinterpretasikan. Pada tahap ini sebagian besar informasi diperoleh dari studi literatur yang dilakukan secara kritis. Lokasi-lokasi daerah alterasi, atau daerah potensial sebagai sumber suatu sistem hidrotermal (misalnya, jaraknya terhadap suatu kepundan volkanik, intrusi, atau struktur yang berhubungan) akan menyempitkan penyelidikan menjadi sekala daerah (District Scale, luasnya ratusan km2).

Setiap hal yang tersisakan untuk kemampuan kita dalam menafsirkan potensi suatu daerah dan menginterpretasikan "sidik jari" yang ditinggalkan oleh fosil-fosil sistem epitermal, dalam tahap ini dilakukan rekonstruksi jejak-jejak aliran (flow paths) dan proses-proses yang berkerja, dan melakukan deduksi sasaran-sasaran mineralisasi yang potensial berdasarkan pemahaman genetik menegnai lingkungan bijih. Berikut ini pola berfikir untuk pengkajian Model Eksplorasi:

 
Top      
 
Main Page Home Survey Feedback E-mail Me
 
Terrasia!
Last revised: July 06, 2000